5 Juni 2014
Burung itu tetap terbang. Melayang di angkasa luas. Menghirup
udara bebas. Rasanya beban berat itu terasa lebih ringan sekarang. Meski begitu,
kecemburuan tetap terselip dalam hatinya. Salahkah bila burung merasa cemburu? Bagaimana
jika kecemburuan itu justru menjadi motivasi bagi dirinya? Bukan kecemburuan
yang mendatangkan mudharat seperti pada umumnya. Apa bedanya dengan ketika
burung merasa cemburu pada Siti Aisyah?
Hei kawan, burung akan merindukan kebersamaan ini. Dekapan hangat
dalam ukhuwah Islamiyah. Burung akan terbang jauh kawan. Namun, dia tidak
meninggalkan kalian. Cinta biru yang tertinggal dalam jejak, menjadi pengingat
saat burung terbang tak mengikuti udara.
Cinta Biru
Cinta…
Sebiru langit
Gambarkan keceriaan
Bahagia hati bertemu kawan
Cinta…
Sebiru samudera
Gambarkan ketenangan jiwa
Berkumpul bersama para
pengembara
Cinta…
Sebiru batu sapphire
Menjaga taqwa dalam ukhuwah
Mendekap kemuliaan dalam
istiqomah
Pertemuan dengan para pengembara
Para pengembara yang berjuang
Tuk menggapai cinta sang Ilahi
“ Bukankah hati kita telah lama menyatu, dalam tali kisah persahabatan
Ilahi. Genggam erat tangan kita tuk terakhir kalinya. Hapus air mata meski kita
kan terpisah. Selamat jalan teman, tetaplah berjuang. Semoga kita bertemu
kembali. Kenang masa indah kita, sebiru hari ini~.”
![]() |
| Dewan Mushola A5 2013-2014 |

0 komentar:
Posting Komentar